Saya punya banyaaaaakkkkkkkkk harapan waktu pertama kali lihat trailer ini. Saya juga nggak tau filmnya bagus atau nggak, karena saya belum nonton filmnya. Mudah-mudahan filmnya nggak jelek kayak kebanyakan film indonesia yang udah dibikin dan yang udah tayang di bioskop. Tapi kalaupun filmnya jelek, setidaknya trailernya bagus.
Trailer yang bagus adalah langkah awal, sebelum bikin film yang bagus.
Apa jadinya jika seekor tapir menjadi seorang rapper?
Nah… pertanyaan diatas itu akhirnya terjawab sudah! Dan yang menjawab pertanyaan itu adalah seorang rapper yang memakai nama The Law sebagai nama grupnya. Saya nggak tau nama asli si The Law, tapi mulai saat ini saya akan memanggilnya dengan nama Tapir. Wajahnya mengingatkan kepada Tapir peliharaan Pak De saya yang sekarang tinggal di Manokwari. Selain memelihara Tapir, Pak De saya juga memelihara Anoa, Trenggiling dan Pembantu. Tapi bedanya Tapir Pak De saya ini rajin bekerja dan gemar mengurus karang taruna. Beda dengan Tapir yang ngerap lagu Dhani – Mulan yang akan saya hina ini.
Sebenarnya Tapir yang ngerap ini nggak sepenuhnya salah. Yang salah adalah saya, kenapa kok saya jam 2 malem masih juga nonton TV. Padahal besok saya harus sekolah dan ikut ulangan SKJ 88. Tapi karena Tapir ini seperti menarik untuk ditelisik, maka saya menguatkan batin saya yang selama hampir 5 menit tersayat oleh penampilan paling norak dalam sejarah dunia musik rap tanah air.
Entah siapa yang mengajari si Tapir untuk membuat Hand Sign East Coast. Saya nonton video klip ini dengan hati yang berdebar-debar, saya berdoa semoga jiwa saya tidak terguncang, saya berjanji bahwa setelah menonton video klip ini saya akan mandi kembang 80 rupa untuk menghilangkan efek buruk karena melihat Tapir berjoget-joget seperti seorang Nigga. Disitu juga saya lihat si Tapir menyerang orang-orang yang pernah bikin kasus sama si Ahmad. Sekali lagi saya bingung, yang saya tau kegemaran Tapir adalah memakan semut, bukan menjilat pantat. Saya hanya bergumam dalam hati, mungkin Tapir ini sedang labil jiwanya dan butuh dukungan Cinta dalam sebuah Republik.
Sekarang saya tau kenapa habitat Tapir di Indonesia mulai punah?!
Karena banyak Tapir yang bunuh diri ketika tau bahwa ada Seekor Tapir yang menjelma menjadi Rapper dengan flows Rap yang super mencret!